Statistik

  • 003149
    Pengunjung hari ini : 3
    Total pengunjung : 623
    Hits hari ini : 3
    Total Hits : 3149
    Pengunjung Online: 1
    50.17.176.149
    Browser Anda

Sekilas Tentang Kitab Mu'tamadah

Majelis  JIHAD STMIK DIPANEGARA

Assalamu ‘alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

LDK UKM Majelis JIHAD adalah salahsatu UKM Internal yang ada di kampus STMIK Dipanegara. Majalis JIHAD adalah akronim dari “MajelisKajianMahasiswaDipanegara”. UKM adalah akronim dari Unit KegiatanMahasiswa.Sedangkan LDK yang menyatakan sifat dan karasteristik Majelis JIHAD adalah suatu UKM dakwah.

LDK adalah singkatan dari Lembaga Dakwah Kampus.Ciri ini juga menunjukkan diri bahwaMajelis JIHAD adalah salah satu dari UKM-UKM dakwah se-Indonesia yang tergabung dalam BKLDK (BadanKoordinasiLembagaDakwahKampus).

Layaknya sebuah organisasi, Majelis Jihad tentunya mengalami fase-fase yang beragam dalam perkembangannya, dari sejarah awal pembetukannya hingga kondisi saat ini. Selain itu, juga memiliki struktur organisasi, kepengurusan, wewenang dan tanggung jawab yang lazim diketahui.

Sejarah singakat

Pada awal STMIK Dipanegara didirikan, terdapat beberapa jurusan didalamnya yaitu Sistem Informasi (S1- & D3) danTeknikInformatika (S-1). Tiap jurusan tersebut memiliki jurusan yang  dinamakan Himpunan Mahasiswa Jurusan  (HMJ).

Dari tiap himpunan tersebut terdapat kelompok pengajian yang dikoordinir oleh masing-masing himpunan jurusan. Hal ini tentu menimbulkan kesan ketidak kompakan yang disadari bersama oleh himpunan jurusan yang ada, yang kemudian mendorong timbulnya gagasan untuk kelompok-kelompok pengajian yang ada.

Gagasan yang timbul ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyatuan kelompok pengajian yang ada.Akan tetapi, saat ituMajelis JIHAD belum resmidibentuk.

Pada tahun 1988, atas prakarsa beberapa mahasiswa yang mewakili himpunan jurusan tersebut, secara resmi sebuah organisasi baru dengan nama “MajelisKajianMahasiswaDipanegara” yang kemudian disingkat “Majelis JIHAD”. Kata “kajian” dalam nama organisasi digunakan sebab mempunyai arti dan ungkapan yang lebih luas dibandingkan kata “Pengajian” .Adapun singkatan JIHAD yang berarti berjuang di jalan Allah, yang menggambarkan tekad dan tujuan dari seluruh anggota Majelis Kajian Mahasiswa Dipanegara.

Pada tahun 2005, seiring dengan adanya trend LDK tingkatNasional yang merambah Indonesia Timur, yang diprakarsai oleh Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Tingkat Nasional, maka sebagai UKM yang merasa memiliki latar belakang perasaan tanggung jawab yang sama, LDK Majelis JIHAD pun turut mengambil bagian dalam acara FK-BKLDK INTIM (Forum Komunikasi – BadanKoordinasiLembagaDakwahKampus Indonesia Timur) yang dihadirioleh UKM-UKM dakwah se Indonesia Timur. Dari kegiatan itu, kemudianMajelis JIHAD mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari jaringan BKLDK, dan dalam pertemuan tingkat nasional BKLDK tahun 2005, untuk pertama kalinya Majelis JIHAD  mengirimkan wakilnya untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

 

 



Artikel Terbaru

Pada : 03 Maret 2014 | Kategori : Berita

“Revolusi..revolusi..revolusi” teriakkan tersebut keluar dari mulut ribuan Mahasiswa yang digerakkan oleh Gema Pembebasan dalam acara Kongres Mahasiswa Indonesia yang digelar di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Ahad(2/3). Mereka berkumpul untuk menjadikan Islam sebagai visi bersama dalam pergerakan mahasiswa. “Selama ini, pergerakan mahasiswa hanya diarahkan untuk merubah pemimpin saja. Padahal, masalah negeri ini sistemik. Hal yang harus dirubah adalah ... Selengkapnya
-
Pada : 03 Maret 2014 | Kategori : Ekonomi

Bunganya saja tahun ini yang harus dibayar oleh pemerintah mencapai Rp. 120 trilyun!    Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono kembali menorehkan prestasi. Bukan suatu yang bisa dibanggakan, tapi suatu beban yang harus ditanggung masyarakat yakni utang. Data terbaru dari Kementerian Keuangan menunjukkan, rezim SBY menjadi rezim yang doyan utang. Akhir 2013 tercatat utang Indonesia membengkak hingga Rp 2.371,39 trilyun. Angka ini melonjak hingga Rp171 trilyun dari asumsi ... Selengkapnya
-
Pada : 03 Maret 2014 | Kategori : Nafsiyah

Pada tahun 187 H, Khalifah Harun ar-Rasyid menerima surat dari Kaisar Romawi, Nakfur (Nicephorus I [802-811 M]). Surat ini berisi pembatalan kesepakatan yang ada antara kaum Muslim dan Ratu Irene (797-802 M), Ratu Romawi. Bunyi surat itu sebagai berikut: “Dari Nakfur, Kaisar Romawi kepada Harun, Raja Arab. Sesungguhnya Ratu yang berkuasa sebelum saya telah memosisikan kamu laksana burung garuda raksasa, sedangkan dia sendiri memosisikan dirinya sebagai burung elang ... Selengkapnya
-
Pada : 03 Maret 2014 | Kategori : Khilafah

 Oleh: Hafidz Abdurrahman  Negara Khilafah adalah Khalifah itu sendiri. Karena itu, kekuasaan di dalam Negara Khilafah berbeda dengan kekuasaan dalam negara-negara lain. Maka, negara Khilafah tidak mengenal pembagian kekuasaan (sparating of power), sebagaimana yang diperkenalkan oleh Montesque dalam sistem negara Demokrasi. Meski demikian, kekuasaan dalam sistem pemerintahan Islam tetap di tangan rakyat. Khalifah yang berkuasa dalam Negara Khilafah juga tidak akan ... Selengkapnya
-

Copyright © 2011